Memahami Akar Kurangnya Kepercayaan Diri

Dec 30, 2025 2 Min Read

Kurang percaya diri umumnya berakar dari sikap insecure. Kondisi ini tidak hanya membuat seseorang merasa kurang yakin dalam kehidupan sehari-hari, tetapi yang lebih mengkhawatirkan, dapat mendorong munculnya masalah depresi jika tidak dikelola dengan baik. Sikap insecure dapat mengganggu kesejahteraan emosional dan mental, serta berdampak negatif pada hubungan sosial, performa kerja, dan kualitas hidup seseorang.

Dampaknya pada Lingkungan Sekitar

Individu yang insecure juga cenderung memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Setelah berinteraksi dengan individu seperti ini, seseorang bisa ikut merasa kehilangan semangat, kecewa, atau bahkan merasa tidak berharga.

Mereka kerap merendahkan orang lain untuk menutupi kelemahan diri sendiri. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk meyakinkan diri bahwa masih ada orang yang “lebih lemah” dari mereka. Namun pada kenyataannya, sikap tersebut justru menimbulkan tekanan emosional bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga: “How’s Your Day?” Pertanyaan Sederhana yang Bisa Mengubah Hidup Seseorang

Terlalu Bergantung pada Penilaian Orang Lain

Selain itu, individu dengan sikap insecure terlalu memikirkan pendapat orang lain. Mereka mudah tersinggung, sangat sensitif, dan sering memutar ulang satu pemikiran yang sama berkali-kali.

Kondisi ini membuat mereka sulit mengambil keputusan sendiri dan cenderung bergantung pada penilaian orang lain. Karena takut dikucilkan atau ditolak, kelompok ini sering menyetujui pendapat orang lain tanpa mempertimbangkan dampak atau risiko yang mungkin muncul.

Sebagai contoh, mereka bisa langsung setuju menggunakan suatu produk atau mengikuti sebuah ide hanya demi diterima, meskipun hal tersebut sebenarnya tidak sesuai untuk diri mereka.

Risiko Terhadap Hubungan Sosial

Keadaan menjadi semakin buruk ketika mereka juga sering meluapkan rasa tidak percaya diri kepada orang lain, tanpa menyadari bahwa hal tersebut dapat menjadi beban emosional bagi lingkungan sekitar.

Sikap seperti ini, jika dibiarkan terus-menerus, dapat merusak hubungan dan suasana sosial secara keseluruhan.

Baca Juga: Membangun Hubungan Lebih Dalam lewat Kehadiran Penuh

Pentingnya Kesadaran Diri

Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri individu yang insecure agar kita dapat menghindari sikap yang tidak sehat ini, sekaligus membangun kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional dalam diri sendiri.

Share artikel ini

Alt

Dr. Azuma Hashim adalah seorang HRDC Certified Training Provider, ahli dalam Handwriting Analysis, serta Transformational Coach yang berpengalaman dalam bidang kepemimpinan dan pembangunan diri.

Mungkin Anda Juga Menyukai

Person Holding a Money

Ketika Gaji Pertama Cepat Habis, Apa yang Perlu Dipelajari?

Oleh Manisha Mutiara Tsani. Gaji yang terasa pas-pasan justru bisa menjadi momen penting untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat, realistis, dan berdampak jangka panjang di awal karier.

Jan 12, 2026 3 Min Read

Wawancara Kepemimpinan: Kepemimpinan Yang Melayani

Kepemimpinan Yang Melayani

Theo Litaay, SH, LLM, Ph.D, membahas penerapan kepemimpinan yang melayani dalam organisasi untuk meningkatkan kinerja tim dan kesejahteraan.

Feb 19, 2025 56:41 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest