Hal-Hal Penting tentang Karier yang Terlambat Saya Pahami

Tima Miroshnichenko, Pexels
Pernahkah kamu meluangkan waktu sejenak, duduk santai di sore hari sambil menikmati es teh manis, lalu mulai memikirkan perjalanan hidup? Ada hal-hal yang terasa indah, namun ada juga yang kurang menyenangkan.
Mungkin muncul pula beberapa momen yang menjadi penyesalan, terutama saat kamu belum memiliki cukup pengalaman dalam menjalani kehidupan. Terkadang terlintas satu atau dua hal yang seharusnya sudah kamu kejar dan lakukan sejak dulu, tetapi tidak sempat dilakukan.
Momen “seharusnya” seperti ini hampir pasti dialami oleh semua orang, termasuk saya.
Tahun saat artikel ini ditulis, usia saya 31 tahun. Sudah lebih dari satu dekade sejak saya mulai dituntut untuk bersikap dewasa. Berikut adalah beberapa momen “seharusnya” yang sering muncul dalam pikiran saya. Semoga dapat memberikan manfaat, berapapun usia kamu saat ini.
1. Gunakan Uang dengan Lebih Bijak, Bukan Sekadar untuk Bersenang-senang
Memasuki usia 20-an memang merupakan waktu yang tepat untuk menikmati hidup bersama teman-teman. Saya pun merasakannya sendiri dan tidak menyesali keputusan tersebut.
Namun, jika ada yang ingin saya ubah, itu adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli barang atau layanan yang sebenarnya tidak terlalu penting jika dipikirkan kembali.
Sebagai contoh, ketika berlibur ke Bali bersama teman-teman, saya tidak harus membeli kacamata hitam mewah dari merek ternama. Saya bisa memilih alternatif yang lebih terjangkau dengan fungsi yang sama, yaitu melindungi mata dari sinar matahari.
Begitu pula dengan kebiasaan mengunjungi kafe dengan pemandangan matahari terbenam dan mengeluarkan biaya hingga 200 ribu rupiah hanya untuk segelas jus jeruk. Seberapa penting sebenarnya usaha untuk mengesankan orang lain di media sosial seperti Instagram dan TikTok?
Pada akhirnya, hal-hal tersebut tidak benar-benar mengubah pengalaman liburan saya di Bali. Yang paling berharga adalah perasaan yang dirasakan dan dibagikan bersama orang-orang di momen tersebut.
Sepuluh tahun ke depan, saya mungkin masih akan mengingat keseruan liburan di Bali. Namun, saya tidak akan mengingat barang apa saja yang saya beli atau makanan apa yang saya konsumsi.
Ini bukan berarti kamu tidak boleh membeli sesuatu. Yang terpenting adalah memahami dan mengelola hubunganmu dengan uang secara bijaksana.
Baca Juga: Ketika Gaji Pertama Cepat Habis, Apa yang Perlu Dipelajari?
2. Bersikap Kritis terhadap Tawaran Investasi yang Terlalu Menggiurkan
Menemukan investasi yang menjanjikan keuntungan 4% per bulan atau bahkan lebih besar memang terdengar menarik. Namun, kemungkinan besar itu merupakan penipuan.
Cobalah untuk lebih skeptis. Temui langsung pihak yang menjalankan program investasi tersebut dan ajukan pertanyaan yang relevan. Perhatikan juga ulasan dari orang-orang yang sudah bergabung sebelumnya. Yang tidak kalah penting, gunakan hanya uang dingin, yaitu dana yang tidak dialokasikan untuk kebutuhan utama.
Perlu diingat bahwa investasi dengan potensi keuntungan tinggi biasanya juga memiliki risiko yang tinggi. Dengarkan berbagai masukan, tetapi tetap ambil keputusan berdasarkan pertimbangan pribadi, bukan sekadar ikut-ikutan.
Lakukan riset secara mandiri karena keputusan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab kamu.
3. Kembangkan Skill Baru dan Bangun Sumber Passive Income

Diva Plavalaguna, Pexels
Ada beberapa keterampilan penting yang baru saya pelajari dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, keterampilan tersebut seharusnya bisa dipelajari lebih awal. Kamu memiliki kesempatan untuk memulainya sekarang.
Keterampilan pertama adalah kemampuan mengubah waktu menjadi uang. Kamu dapat menjadi profesional di bidang tertentu, membangun bisnis, mengambil pekerjaan paruh waktu, atau menjadi solopreneur maupun freelancer.
Kamu memiliki banyak waktu yang bisa dimanfaatkan. Dari sana, kamu dapat mengumpulkan penghasilan dan menggunakannya untuk mempelajari keterampilan lain. Kamu juga bisa mengikuti sertifikasi atau pelatihan berbayar untuk meningkatkan kompetensi.
Setelah memiliki penghasilan yang lebih stabil, langkah berikutnya adalah mempelajari cara membuat uang bekerja untuk kamu. Bangun sistem yang memungkinkan kamu memperoleh passive income.
Perlu disadari bahwa ada banyak pilihan selain investasi saham atau kripto. Misalnya, kamu dapat mulai menulis, membuat audio series, vlog, pelatihan berbasis langganan, layanan konsultasi, dan berbagai peluang lainnya.
4. Asah Kemampuan Berbicara dan Mempengaruhi Orang Lain
Saya adalah seorang introvert, dan saya bangga dengan hal tersebut. Saya menikmati setiap momen yang dijalani dengan cara saya sendiri.
Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa kemampuan berbicara dan mempengaruhi orang lain merupakan hal yang sangat penting, terlepas dari apakah seseorang introvert atau ekstrovert.
Jika masih ragu, lihat saja tokoh seperti Barack Obama, Bill Gates, Elon Musk, dan Warren Buffett. Mereka dikenal sebagai pribadi introvert, tetapi tetap mampu berbicara di depan publik dan memberikan pengaruh besar.
Kemampuan ini menjadi kunci penting dalam meraih kesuksesan karena kamu akan selalu berinteraksi dengan orang lain. Kamu perlu mampu menyampaikan apa yang diinginkan, mempertahankan apa yang diyakini benar, serta meminta bantuan saat dibutuhkan.
Baca Juga: Communication Skill Training: Kunci Kepercayaan Diri dan Karier
Keempat hal di atas, jika mulai kamu terapkan dari sekarang, dapat membantu kamu untuk lebih dekat dalam mencapai berbagai tujuan dan cita-cita yang diinginkan.
Artikel ini diterbitkan dari akun LinkedIn milik Rivaldy Varianto S.
Masterclass Mendatang untuk Senior Leaders:
Malaysia Leadership IMMERSION WEEK 2026
Sering kali kita baru menyadari pelajaran penting dalam karier setelah melewati berbagai pengalaman—bahwa arah, pilihan, dan cara kita memaknai perjalanan jauh lebih menentukan daripada sekadar hasil akhir. Leaderonomics Malaysia Leadership IMMERSION WEEK 2026 (24 Juni – 1 Juli 2026) hadir untuk membantu Anda membangun kesadaran tersebut, memperluas perspektif, dan memimpin perjalanan karier dengan lebih intentional dan berdampak.
Daftar Sekarang di events.leaderonomics.com

Kepribadian
Rivaldy adalah Aerodynamics Engineer di Airbus UK yang berfokus pada optimalisasi kinerja pesawat agar efisien dan aman, sekaligus CEO Get Karier, platform yang dibangunnya untuk membantu profesional muda meraih karier global melalui e-book, mentoring, dan lokakarya. Tujuannya mengubah ambisi menjadi peluang nyata danterus mendorong generasi berikutnya untuk meraih kesuksesan di internasional.





