Apakah Anda Mengenal Betul Diri Anda Sendiri?

Oleh Roshan Thiran|04-06-2021 | 2 Min Read
Source: Brett Jordan dari Pexels

Apakah Anda mengidap penyakit CEO?

Jika Anda ingin mengetahui masa lalu Anda, lihatlah kondisi Anda saat ini.  Jika Anda ingin mengetahui masa depan Anda, lihatlah tindakan Anda saat ini.”


Goleman, Boyatzis dan McKee, dalam buku mereka Primal Leadership, menyebut “penyakit CEO” sebagai kekosongan informasi di sekitar seorang pemimpin karena para karyawannya menahan informasi penting yang tidak menyenangkan terkait kondisi bisnis mereka. Hal ini kerap terjadi ketika CEO menyangkal keadaan bisnis yang sebenarnya dan tidak terbuka terhadap kritik atau berita buruk.

Faktanya, di beberapa organisasi, dewan direksi dipenuhi dengan kroni dan orang-orang yang tidak mungkin mengkritisi kinerja CEO. Akibatnya, CEO tidak menerima banyak kritik konstruktif yang diperlukan demi meningkatkan kinerja. Ia akan memiliki titik buta yang tidak diketahui keberadaannya. 

Oleh karena itu, penangkal dari penyakit ini adalah kesadaran diri.

Kesadaran diri dalam artian sadar akan kelebihan Anda dan mengakui apa yang masih harus Anda kembangkan. Hal ini mencakup kemauan Anda untuk mengakui kesalahan dan menerima masukan dari orang lain mengenai diri Anda.

Baca juga: 3 Cara Mengenali Diri Sendiri (Self Awareness)

Kesadaran Diri yang Konstan adalah Kunci

Kesadaran diri yang konstan sangat penting karena kelebihan Anda di masa lalu yang mungkin telah membawa Anda ke posisi Anda sekarang, dapat menjadi masalah hari ini. 

Bertahun-tahun yang lalu, kami mempromosikan karyawan berkinerja tinggi ke peran manajerial. Ia sangat teliti, mampu mengeksekusi tugas dengan baik dan memiliki keterampilan yang sepadan. Tetapi setelah dipromosikan, ia menghadapi banyak masalah dengan timnya.

Kelebihannya dalam aspek ketelitian dan proses eksekusi kemudian menjadi kelemahannya karena ia mengelola secara mikro daripada memberdayakan timnya secara keseluruhan. Kelebihan eksekusi individualnya pun tidak dapat diterjemahkan ke lingkungan tim. 

Kesadaran diri sangat menantang disebabkan sulitnya untuk melihat diri Anda di mata orang lain. Jadi, bagaimana kita dapat memulai perjalanan akan kesadaran diri ini?

Anda bisa belajar dari Teori Jendela Johari (Johari Window), yang memiliki empat kuadran utama:

  • Diri Terbuka: apa yang diketahui oleh orang lain dan Anda sendiri.
  • Diri Buta: apa yang orang lain tahu tentang Anda, tetapi Anda sendiri tidak mengetahuinya.
  • Diri Tersembunyi: apa yang orang lain tidak ketahui tentang Anda, tetapi Anda mengetahuinya. Ini merupakan rahasia Anda.
  • Diri Gelap: apa yang orang lain dan Anda tidak tahu tentang diri Anda.


Teori Jendela Johari mendorong kita untuk memberdayakan Diri Terbuka kita sambil mengendalikan Diri Terlindung dan Gelap kita. Begitu pula dengan Diri Buta kita yang harus diketahui sehingga kita tidak mengembangkan “penyakit CEO”.

Salah satu cara untuk mengenali diri Anda sendiri adalah melalui tes kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan metode penilaian 360 derajat lainnya. Mungkin butuh seumur hidup untuk mendapatkan kesadaran penuh tentang diri Anda sendiri, tetapi hal itu dapat dipercepat dengan menerima masukan yang jujur dari orang lain. 

Baca juga: Pentingnya Memahami Emosi dan Perasaan Anda

Berani Menerima Masukan

Peter Drucker, seorang Konsultan Manajemen senior asal Austria, mendorong semua pemimpin untuk secara berkala memeriksa kembali tujuan yang ditetapkan dengan hasil aktual yang dicapai. Sama seperti melihat refleksi Anda di cermin akan membuat Anda menata rambut, maka masukan yang diterima akan membantu Anda menjadi pemimpin dan pribadi yang lebih baik.

Senada dengan Drucker, Pete Johnson dari Kantor Penerimaan Mahasiswa Pascasarjana Berkeley University mengatakan bahwa penting bagi pendaftar untuk mengenal betul diri sendiri daripada mengakui tidak mempunyai kelemahan.

Begitu pula dengan saya yang baru-baru ini bekerja dengan seorang CEO yang karena agresivitasnya ia dibenci dan tidak dipercayai rekan kerjanya. Kita semua akan berjuang menghadapi kritik, tetapi jika kita tidak menyadari bagaimana orang memandang kita, kita tidak akan pernah berkembang menjadi lebih baik.

Setiap pemimpin bisnis yang saya wawancarai memulai perjalanan kepemimpinan mereka dengan disiplin membangun kesadaran diri. Mereka semua fokus pada kelebihan dan membangun gaya kepemimpinan yang otentik dari kepribadian mereka. Anda pun bisa melakukannya juga.

Jadi, luangkan waktu akhir pekan ini dan mulailah berpikir tentang diri Anda dan siapa Anda sebenarnya. 

Baca juga: 7 Cara Mengembangkan Potensi Diri

Tonton juga:


Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Konsultasi

Roshan adalah pendiri dan CEO dari Leaderonomics Group, kepala redaksi untuk Leaderonomics.com dan seorang yang menamakan dirinya sendiri dengan sebutan 'kuli'. Ia percaya bahwa semua orang bisa menjadi pemimpin dan dapat membuat lekukan di alam semesta dengan cara mereka masing-masing.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.