Pentingnya Memahami Emosi dan Perasaan Anda

Oleh Jenna Mamorsky, MHC-LP|30-08-2021 | 3 Min Read
Source: Kat Jayne dari pexels.com

Banyak dari klien saya datang dengan rasa takut dan ketidakpastian dalam mengekspresikan emosi mereka. Kita mempelajari perilaku sadar dan perilaku tidak sadar dari saat kita masih kecil. Jika beberapa atau semua dari emosi kita tidak divalidasi saat tumbuh dewasa, itu bisa menjadi sesuatu yang terlihat menakutkan dan sulit dipercaya ketika merasakannya saat sudah dewasa. Ditambah lagi dengan melihat pola dan perilaku dari tokoh penting dalam kehidupan kita yang membuat kita percaya sesuatu tentang emosi kita. Sebagai contoh, mungkin Anda diajari untuk percaya bahwa perasaan tertentu seperti marah atau sedih adalah sesuatu yang “Buruk” dan perasaan lainnya seperti gembira atau senang adalah “Baik”. Sudah menjadi sesuatu yang umum juga untuk tumbuh dalam rumah tangga dimana tidak ada yang membicarakan perasaan mereka dengan terbuka. Sebagai orang dewasa, ini dapat membuat Anda tidak mengerti tentang bagaimana untuk mengatur dan memahami pengalaman emosional Anda. 

Terlepas dari apa yang Anda pelajari, penting bagi Anda untuk mempelajari dan memahami perasaan dan emosi Anda, termasuk bagaimana perasaan dan wujud mereka dalam tubuh Anda. Dibawah Saya akan menjelaskan kenapa ini adalah keterampilan yang penting untuk dimiliki. Saya juga akan memberikan beberapa saran yang berguna untuk Anda agar dapat memahami perasaan Anda sendiri.

Emosi / Perasaan adalah bagian dari manusia

Pikirkan emosi sebagai gelombang energi yang mengalir melalui tubuh kita dan berkomunikasi dengan kita. Kita dibuat untuk merasakan perasaan inti secara penuh seperti rasa marah, takut, senang, sedih, gembira, dan jijik. Ini adalah perasaan inti yang membantu kita memahami, menghubungkan dan berkomunikasi dengan orang lain. Mereka juga membantu kita untuk berhubungan dengan diri kita sendiri. Emosi / Perasaan membantu kita memahami apakah kita harus lari dari bahaya, berdiri pada pendirian, atau memberikan seseorang sebuah pelukan. Merasakan perasaan kita merupakan bagian yang penting dalam evolusi dan kelangsungan hidup kita sebagai spesies manusia dan ketika dirasakan sepenuhnya, perasaan ini dapat membantu kita hidup dengan lebih terhubung dan hidup sepenuhnya. Sayangnya, selama bertahun-tahun banyak manusia yang diajari untuk percaya bahwa emosi / perasaan adalah musuh dan perlu untuk dijinakkan, ditekankan, atau dikendalikan. Kita bahkan telah melangkah lebih jauh sampai memberikan label seseorang sebagai “emosional” atau “sensitif secara emosional” sebagai konotasi negatif, dibanding kita merayakan atas adanya kemampuan luar biasa seperti ini yang hidup di dalam kita semua. 

Baca juga : Kecerdasan Emosi (EI) Sejauh Manakah Itu Berpengaruh

Sumber : Artem Podrez dari pexels.com

Menekankan emosi / perasaan kita dapat menyebabkan konsekuensi yang negatif

Tidak memahami atau berhubungan dengan perasaan Anda dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak menguntungkan. Studi menunjukkan bahwa menekan perasaan / emosi dapat membuat seseorang lebih agresif dan mudah terganggu. Sebagai contoh, jika Anda menekan perasaan marah terhadap bos Anda pada saat jam kerja Anda, kemungkinan besar Anda akan cenderung membentak atau berkelahi dengan rekan Anda pada saat itu. Ketika Anda mencoba untuk bertahan atau mengendalikan perasaan yang secara biologis perlu untuk dirasakan, itu akan terus dibangun didalam diri Anda. Mungkin nanti Anda akan merasakannya secara tiba-tiba dimana ini yang sebenarnya membuat banyak orang merasa itu diluar kendali mereka. Semakin banyak kita tumpuk dan memilih untuk tidak peduli terhadap perasaan kita, semakin sulit rasanya untuk merasakan mereka. Ini juga dapat menyebabkan perilaku yang tidak sehat seperti menggunakan zat tertentu atau menggunakan makanan untuk menghindari perasaan itu. Sebagai tambahan, studi lain menunjukkan bahwa mengabaikan tanda-tanda emosional dapat menyebabkan masalah pada kesehatan fisik kita termasuk tingkat IBS (Irritable Bowel Syndrome) yang lebih tinggi, penyakit jantung dan turunnya imunitas.

Saran untuk berhubungan dan memahami perasaan / emosi Anda

Jika Anda adalah seseorang yang sudah lama tidak pernah merasakan perasaan Anda, merasa terbebani karena mereka, atau tidak memahami apa yang perasaan Anda rasakan, Anda tidak sendiri. Banyak orang yang tidak diajarkan untuk berhubungan dengan perasaan mereka. Mengajari diri Anda untuk mengatur dan merasakan mereka dengan cara yang sehat dan tidak merusak adalah langkah pertama untuk melakukannya. 

Berikut adalah beberapa saran untuk menghubungkan dan memahami perasaan Anda: 
1.Istirahat dan amati: Salah satu cara termudah untuk mulai mengenal perasaan Anda adalah dengan cara mengambil jeda saat beristirahat dan amati diri Anda secara fisik dan mental. Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda sedang mengalami ketegangan dalam tubuh Anda. Jika ya, dimana? Apa yang saat ini sedang Anda pikirkan? Ini adalah pertanyaan umum untuk ditanyakan pada diri Anda ketika Anda sedang beristirahat. Penting untuk tidak menghakimi ketika Anda sedang mengambil waktu untuk mengamat apa yang sedang terjadi dalam tubuh dan pikiran Anda saat itu. Gambarkan diri Anda sebagai seorang detektif yang ingin tahu tentang fisik dan pikiran Anda dan bagaimana mereka saling berhubungan.

2.Mengambil nafas: Ketika Anda mulai mengamati sensasi yang Anda alami yang dinamakan sebagai “perasaan”, atur dan ambil nafas yang panjang. Lalu buang nafas yang lebih panjang. Bernafas yang dalam seperti ini akan mengaktifkan saraf vagus yang merupakan bagian dari tubuh kita yang membantu untuk mengatur perasaan / emosi dan sistem saraf kita. Ketika Anda bernafas yang dalam dengan cara ini, Anda dapat membantu untuk mengatur perasaan / emosi Anda dan intensitasnya pada saat itu.

3.Melatih belas kasihan: Ingatkan pada diri Anda bahwa Anda adalah seorang manusia dan semua manusia mengalami seluruh spektrum emosi / perasaan. Sadari ketika Anda merasa malu atau tidak nyaman saat mengalami salah satu dari perasaan Anda. Ini mungkin terjadi karena kepercayaan atau cerita yang diajari kepada Anda. Menghormati semua perasaan kita adalah cara yang luar biasa untuk mulai menerima diri kita sendiri dan melatih kepedulian pada diri sendiri. Riset menunjukkan bahwa melatih menenangkan diri dan mengasihani diri sendiri akan melepaskan hormon oksitosin dalam tubuh kita. Ini membuat kita lebih tenang dan lebih terhubung dengan diri kita sendiri dan orang lain.

Mungkin terlihat menakutkan untuk mulai merasakan emosi / perasaan Anda terutama jika Anda sudah lama tidak merasakannya. Tetapi, penting untuk diketahui bahwa perasaan itu cepat berlalu dan perlu untuk dirasakan agar kita dapat melepaskannya. Tidak ada perasaan yang bertahan selamanya. Semakin nyaman Anda dengan perasaan / emosi, semakin mudah untuk mengaturnya dan menjalankannya. Seperti yang dikatakan oleh Alan Watts,”Jika, untuk sebuah perubahan, kita membiarkan perasaan kita dan melihat kedatangan serta kepergian mereka sebagai sesuatu yang indah dan diperlukan seperti perubahan cuaca, perubahan dari malam dan pagi, dan empat musim, kita akan damai dengan diri kita sendiri.”

Baca juga dalam versi English

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Sifat Positif

Menawarkan konseling untuk pribadi dan pasangan. Spesialisasi untuk kasus depresi, kecemasan, trauma, dan masalah hubungan.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2023 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.