Tips Mengelola Amarah agar Tetap Tenang dan Terkendali

Feb 24, 2026 2 Min Read

Perasaan marah adalah emosi normal yang dialami oleh setiap manusia. Namun, jika kemarahan menjadi berlebihan, hal ini dapat memberikan dampak negatif seperti merusak citra diri, memengaruhi hubungan dengan orang lain, dan mengganggu kesejahteraan emosional. Mengendalikan rasa marah sangat penting, dan berikut adalah tips sederhana yang dapat Anda praktikkan.

1. Kenali penyebab kemarahan

Setiap kali Anda merasa marah, cobalah untuk mengidentifikasi apa yang memicu emosi tersebut. Mungkin Anda terlalu lelah, mengalami tekanan, atau dipengaruhi faktor lain seperti hormon dan lingkungan sekitar. Ketika Anda mengetahui penyebab sebenarnya, akan lebih mudah untuk berpikir secara rasional dan mengendalikan reaksi.

2. Berbicara dengan anggota keluarga atau teman

Mengekspresikan perasaan kepada seseorang yang dipercaya dapat membantu meredakan kemarahan. Misalnya, jika Anda menghadapi masalah di tempat kerja, berbagi cerita dengan anggota keluarga atau teman dekat dapat mengurangi beban emosional. Terkadang, hanya dengan didengarkan saja sudah cukup untuk membantu emosi marah mereda secara perlahan.

3. Tenangkan diri dan tarik napas dalam-dalam

inhale

Freepik

Ketika emosi memuncak, berhentilah sejenak dan tarik napas secara perlahan. Jika Anda sedang berdiri, cobalah duduk untuk membantu menstabilkan tubuh dan pikiran. Teknik pernapasan membantu sistem saraf menjadi lebih tenang dan mengurangi reaksi marah yang muncul secara spontan.

Baca Juga: Otak Anda Dapat Dilatih untuk Tidak Panik, Serius!

4. Menjauh sejenak ke tempat lain

Jika Anda berada dalam situasi yang memicu kemarahan, menjauhlah sejenak dari situasi tersebut. Pergilah ke tempat yang lebih tenang agar Anda dapat berpikir dengan lebih jernih tanpa tekanan. Lingkungan yang lebih terkendali membantu Anda mengelola emosi dengan lebih baik.

5. Dapatkan pandangan atau bantuan profesional

Jika Anda merasa mudah marah bahkan terhadap hal-hal kecil, atau kesulitan mengendalikan reaksi emosional, pertimbangkan untuk mencari dukungan dari konselor atau psikolog. Bantuan profesional dapat memberikan strategi yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

6. Biasakan memaafkan dan menerima bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan

Terkadang, kemarahan muncul karena harapan akan kesempurnaan, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Ingatlah bahwa setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Ketika Anda belajar untuk memaafkan, beban emosional akan terasa lebih ringan dan proses pemulihan secara internal menjadi lebih mudah.

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif

Alt

Berlatarkan pendidikan di bidang Bahasa dan Linguistik Melayu, Amirah Nadiah gemar membaca dan mengikuti perkembangan terkini, sehingga membuatnya tetap peka terhadap berbagai isu. Sebagai Content Editor, ia aktif dalam pekerjaan terjemahan serta pembuatan konten yang menarik dan meyakinkan.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Bersahabat dengan AI

Apakah AI Membuat Saya Jadi Bodoh? Curhat Seorang Pengguna ChatGPT yang Kecanduan

Bersama Britney Cole, artikel ini mengulas bagaimana AI bisa membuat kita lebih cerdas bukan sebaliknya.

Jun 09, 2025 4 Min Read

Wawancara Kepemimpinan: Pemimpin dan Waktu

Pemimpin dan Waktu

Douglas Robitaille berbagi wawasan tentang bagaimana pemimpin mengelola waktu dengan bijak untuk mencapai tujuan besar dan membangun tim yang produktif.

Feb 12, 2025 57 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest