2 Kata Kuat yang Membuka Pintu Berpikir Kritis

Apr 22, 2026 3 Min Read
idea paper
Sumber:

Jannoon028, Freepik

Mengasah kemampuan berpikir kritis

Memiliki pikiran tidak sama dengan benar-benar berpikir.

Mengetahui cara berpikir memberi Anda kekuatan jauh melampaui mereka yang hanya tahu apa yang harus dipikirkan.

~ Neil deGrasse Tyson

Penilaian yang terlalu cepat dan asumsi adalah pembunuh terbesar dari proses berpikir dan kreativitas. Dan kita sering melakukannya tanpa sadar. Otak kita adalah “mesin pembuat asumsi”. Kita membuat asumsi tentang segala hal dan semua orang sepanjang hari. Itu hal yang alami. Kita membutuhkannya untuk bertahan hidup.

Namun karena kita membuat begitu banyak asumsi, sudah pasti sebagian di antaranya keliru. Apa yang Anda pikirkan, katakan, dan lakukan hampir selalu didasarkan pada apa yang Anda ketahui. Masalahnya, apa yang Anda ketahui bisa saja salah.

Aristoteles pernah menyarankan, “Jadilah pemikir yang bebas dan jangan menerima semua yang Anda dengar sebagai kebenaran.” Dengan kata lain, tunda penilaian dan tetaplah ingin tahu. Ketika pikiran dipenuhi asumsi, kesimpulan, dan keyakinan, ruang untuk belajar dan berkembang menjadi sangat terbatas.

Berpikir kritis sering dianggap sebagai kunci untuk memecahkan masalah secara kreatif, kemampuan membedakan fakta dan opini, serta alat utama untuk mengambil keputusan yang tepat di tengah banjir informasi. Ini sangat penting.

Dua kata kuat yang dapat menghentikan penilaian terlalu cepat dan asumsi, sekaligus membuka pintu untuk berpikir lebih kritis adalah: “Bagaimana jika?”

Mengajukan pertanyaan “Bagaimana jika...?” membantu kita melepaskan diri dari asumsi yang sudah melekat kuat. Dan, proses ini juga menyenangkan.

Contoh:

  • Bagaimana jika saya salah?
  • Bagaimana jika orang ini tahu sesuatu yang saya tidak tahu?
  • Bagaimana jika saya bisa belajar sesuatu di sini?
  • Bagaimana jika saya tidak tahu segalanya?
  • Bagaimana jika ada cara lain untuk melihat hal ini?
  • Bagaimana jika pengetahuan tentang hal ini belum lengkap?
  • Bagaimana jika asumsi saya menciptakan blind spot?
  • Bagaimana jika kita berdua benar?
  • Bagaimana jika kita berdua salah?

Baca Juga: Lelah Disalahpahami? Mengapa Orang di Kantor Mudah Tersinggung

Kemungkinannya tidak terbatas, dan Anda tentu sudah mengetahuinya.

Berikut beberapa kutipan favorit tentang topik ini:

Pikiran kelas tiga hanya merasa puas ketika berpikir seperti mayoritas. Pikiran kelas dua puas ketika berpikir berbeda dari mayoritas. Pikiran kelas satu puas ketika benar-benar berpikir.

~ A.A. Milne

Hal yang paling penting adalah tidak berhenti bertanya. Rasa ingin tahu memiliki alasannya sendiri untuk ada.

~ Albert Einstein

Ciri dari pikiran terdidik adalah mampu mempertimbangkan sebuah gagasan tanpa harus menerimanya.

~ Aristoteles

Berpikir kritis bukan sesuatu yang dilakukan sekali lalu selesai. Ini membutuhkan pembaruan pengetahuan seiring masuknya informasi baru.

~ Daniel Levitin

Saya pribadi suka mencoba membuktikan bahwa diri saya bisa saja salah. Saya menempelkan catatan kecil di komputer dengan tulisan “Bagaimana jika...”. Ini mengingatkan saya bahwa saya benar, kecuali ketika saya salah. Dan itu ternyata cukup sering terjadi.

Mungkin cara ini juga bisa membantu Anda.

Ingat, ketika pikiran Anda berkembang karena sebuah ide baru, ia tidak akan kembali ke bentuk semula. Dan mempelajari cara berpikir yang baru itu menyenangkan. Hal ini menjaga otak kita tetap segar.

Terima kasih sudah membaca. Anda luar biasa!

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam newsletter Brain Bulletin oleh Terry Small.


Untuk pemimpin yang membuka ruang berpikir kritis… 

Bergabunglah di Malaysia Immersion Week 2026!

Ikuti perjalanan 8 hari (24 Juni–1 Juli 2026) yang dirancang bagi para pemimpin untuk terhubung dengan sesama business leaders. Dapatkan akses VIP ke Malaysia Leadership Summit, ikuti masterclass bersama global leaders, dan rasakan pengalaman budaya yang memberi perspektif baru bagi diri dan tim Anda.  

Daftar Sekarang!

Alt

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Konsultasi, Pertumbuhan

Alt

Terry Small adalah pakar otak asal Kanada yang percaya bahwa mempelajari ‘cara belajar’ adalah keterampilan paling penting yang dapat diperoleh seseorang.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Tangan Bertumpu pada Koper

#KaburAjaDulu? Ini Cara Menyiapkan Diri Sebelum Melangkah

Bersama Manisha Mutiara Tsani membahas tren #KaburAjaDulu, alasan di baliknya, serta persiapan matang yang diperlukan sebelum pindah ke luar negeri.

Sep 22, 2025 5 Min Read

Wawancara Kepemimpinan: Pemimpin dan Waktu

Pemimpin dan Waktu

Douglas Robitaille berbagi wawasan tentang bagaimana pemimpin mengelola waktu dengan bijak untuk mencapai tujuan besar dan membangun tim yang produktif.

Feb 12, 2025 57 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest