Pementoran Terbalik Terbukti Berhasil

Oleh Roshan Thiran|07-12-2020 | 5 Min Read

Saya berkesempatan mendapat hak istimewa untuk meluncurkan program mentoring belum lama ini. Saat saya merencanakan sesi-sesinya, saya mulai mengingat momen-momen saya sendiri ketika mengikuti program mentoring. Saya diingatkan akan hubungan dangkal yang saya miliki dengan pejabat senior perusahaan yang ditugaskan untuk membimbing saya melalui program mentoring resmi yang tidak membuahkan hasil. Meskipun demikian, beberapa hubungan mentor yang berhasil ternyata bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Mentor pertama saya adalah CEO divisi di pekerjaan pertama saya. Dia memiliki keahlian keuangan dan bisnis yang sangat tinggi. Sebagai imbalan atas bantuannya dalam membimbing saya dalam mengelola bisnis dan keuangan, saya setuju untuk melatih anak-anaknya bermain sepak bola. Sementara dipihaknya dia mendapatkan ilmu sepak bola untuk anak-anaknya,  saya mendapat banyak tips dari pengalamannya yang mempercepat kecerdasan kemampuan wirausaha saya.

Ketika saya mengambil peran baru di perusahaan media NBC, organisasi tersebut tidak memiliki program mentoring resmi. Saya memutuskan untuk mengambil inisyatif dan membuat program mentoring kemudian mengirimkan email ke semua pimpinan senior untuk meminta membantu agar dapat mengembangkan program ini.

Sebagian besar pemimpin menanggapi secara positif dan saya tidak hanya mendapat makan siang gratis di restoran mewah di New York setiap minggu, tetapi saya juga dapat belajar banyak dari pemikiran mereka. Namun, hampir semuanya adalah "mentor" jangka pendek karena kebanyakan dari mereka melihat hubungan itu sebagai satu arah - mereka memberi, dan saya menerima.  Kecuali untuk para pemimpin NBC yang bertanggung jawab di kawasan Asia, mereka terus bertukar pikiran dengan saya tentang ekspansi bisnis di Asia. Kami bertemu hampir setiap minggu dan hubungan mentoring ini menguntungkan mereka sama banyaknya dengan keuntungan saya untuk menyesuaikan diri dengan NBC dan mempercepat perkembangan karir saya. 

‘Apa manfaatnya bagi saya’

Disinilah rahasia sukses pementoran.  Ini memberikan manfaat bilateral dan harus ada elemen 'Apa Manfaat Bagi Saya' (AMBS) untuk kedua belah pihak.  Mentor (mentor) dan mentee (mentee). Jika tidak, hubungan tersebut akan kehilangan daya tariknya dan segera sesi pendampingan dan jadwal harian akan diambil alih oleh prioritas dan hal-hal mendesak lainnya.

Hal ini menyebabkan saya mempertanyakan legitimasi program mentoring dan keuntungan atas semua investasi di sebagian besar organisasi. Namun, ada beberapa organisasi yang menyadari perlunya memastikan AMBS menjadi bagian dari program pendampingan. Jadi, beberapa menanggapi dengan membalikkan proses mentoring. Mereka meminta pekerja junior yang paham teknologi untuk mengajar pekerja senior, dan mereka mengadakan program Mentoring terbalik.

Saya pribadi mengalami hal ini saat bekerja di departemen teknologi di General Electric, di mana mantan CEO Welch memilih seorang ahli IT junior sebagai mentor untuk mengajarinya segala hal tentang internet. Dia dengan cepat belajar dari mentornya dan kemudian menginstruksikan semua pejabat senior untuk mencari mentor yang berspesialisasi di internet untuk memanfaatkan keahlian mereka. Dengan ini, proses mentoring terbalik atau Reverse Mentoring mulai berlangsung.

Wharton Business School mencocokkan eksekutif MBA mereka dengan mentor junior yang sebagian besar adalah siswa yang telah terbukti unggul dalam kemampuan teknologi mereka. Masing-masing pasangan mentor terbalik ini menghabiskan waktu untuk bertukar pengetahuan secara langsung, baik melalui email dan Skype. "Para eksekutif mulai menyadari bahwa pengetahuan bukan hanya jalan satu arah. Ini demi kebaikan semua pihak dalam berbagi keterampilan," kata Jerry Wind, direktur program yang diselenggarakan oleh Wharton.

Steve David, mantan CIO Procter & Gamble dan pendukung kuat mentoring, memulai hubungan Mentoring terbalik dengan staf ahli di bidang sains untuk mempelajari bagaimana sains dan toksikologi memengaruhi cara pengambilan keputusan bisnis. Mereka bertemu setiap bulan untuk membahas topik mulai dari struktur DNA hingga masalah bioteknologi tingkat lanjut.

Faedah pementoran terbalik

Mentoring terbalik membantu melawan kecenderungan alami yang terlalu bergantung pada pengalaman kita. Dengan dunia yang berubah dan model bisnis baru yang tumbuh seperti jamur, para pemimpin senior terkadang dapat dikaburkan oleh perubahan yang terjadi di dunia. Majalah FastCompany menyatakan, “Ini adalah situasi di mana orang-orang 'tua' dalam sebuah organisasi menyadari bahwa ketika Anda berusia 40-an atau 50-an, Anda tidak sepeka mereka yang berusia 20-an dalam hal teknologi baru. Mereka datang dengan mata yang segar, pikiran terbuka, dan koneksi cepat ke teknologi masa depan."

Mentoring terbalik memiliki banyak manfaat. Kaum muda memiliki pengetahuan luas tentang media sosial dan mode terkini, tetapi tidak memiliki pengalaman bisnis atau pandangan jauh ke depan untuk suatu organisasi.  Di sisi lain, pemimpin senior memiliki pengalaman bisnis tetapi tidak selalu memiliki pengetahuan atau wawasan media sosial tentang masa depan. Bukankah ini proses win-win solution untuk kedua belah pihak? AMBS kedua belah pihak dapat dipenuhi.
Mentoring terbalik tidak terbatas pada teknologi saja. Kebanyakan pemimpin senior memiliki pandangan terbatas tentang apa yang terjadi di divisi manufaktur atau di departemen operasi layanan pelanggan. Hubungan ini akan memungkinkan mereka untuk memiliki akses cepat ke apa yang sebenarnya terjadi serta memperoleh pemahaman mendalam tentang operasi atau rantai pasokan.

Area yang bisa dipelajari oleh pejabat senior

Berikut adalah beberapa area yang dapat dipelajari oleh para pemimpin senior dari mentor muda mereka:

  • Kemajuan di bidang fungsional.  Keuangan, IT, Sumber Daya Manusia, dan sebagian besar fungsi lainnya terus berubah sehingga sebagian besar profesional yang sukses menghadapi kesulitan dalam mengikuti perkembangan terbaru di bidangnya. Para lulusan sekolah dapat berbagi perkembangan terbaru di bidang tertentu untuk membantu para pemimpin yang lebih senior untuk dapat mengikuti perkembangan terbaru.
  • Adaptasi untuk berubah. Pekerja muda berinteraksi secara virtual dengan berbagai lapisan orang baik dari dalam dan di luar negeri. Studi menunjukkan bahwa generasi muda lebih bersedia untuk beradaptasi dengan perubahan. Perspektif mereka dapat membantu Anda menjadi lebih cerdas dalam mendorong perubahan dan menjalankan bisnis di dunia yang berubah dengan cepat.
  • Pengambilan risiko. Pekerja muda tumbuh dengan gaya belajar "coba-coba" dan merasa nyaman untuk terjun ke suatu situasi demi suatu pemahaman baru. Keberanian mengambil risiko seperti ini membantu dalam mendorong inovasi.
  • Perspektif global. Internet telah meningkatkan perspektif global dan pola berpikir tenaga kerja muda. Mereka menyelidiki masalah global melalui jejaring sosial dari seluruh dunia. Pandangan ini membantu para veteran yang lebih senior tetap berhubungan dengan dunia.


Mengenali bakat-bakat muda

Metode Mentoring Terbalik adalah salah satu cara terbaik bagi para pemimpin senior untuk bertemu dan mengenal talenta muda. Masalah organisasi yang lazim saat ini adalah bahwa para pemimpin senior dipisahkan dari bakat-bakat muda mereka. Metode Mentoring Terbalik memungkinkan para pemimpin senior untuk melihat mereka dalam "tindakan" dan memberikan visibilitas kepada mereka pada tingkat yang lebih tinggi.  Mentoring terbalik di IBM telah memungkinkan para pemimpin senior mendapatkan wawasan yang signifikan pada orang muda mereka yang berbakat, terutama dalam diskusi perencanaan suksesi lintas divisi.

Disisi para talenta muda, mereka juga membutuhkan panutan yang baik dengan melihat kemauan para pemimpin seniornya untuk belajar dari karyawan yang lebih muda, hal ini akan memperkuat 'rantai pembelajaran berkelanjutan' yang biasanya ditemukan di antara para pemimpin besar.

Akhir kata

Agar metode Mentoring terbalik berhasil, para pemimpin senior perlu menjaga sikap terbuka untuk belajar dari talenta muda dan membuang penghalang seperti status, kekuasaan dan posisi.

Dapatkan Anda mendapatkan keuntungan dari proses Mentoring terbalik ini? Cobalah! Yang paling menarik dari metode ini adalah semua pihak akan diuntungkan. Terapkan sikap baru yang memberi Anda kebebasan untuk belajar bahkan dari mereka yang lebih muda dan yang kurang berpengalaman. Mentoring terbalik ini pasti berhasil, percayalah.

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.