Atasi Rintangan Tidak Ada Yang Mustahil

Oleh Roshan Thiran|07-12-2020 | 7 Min Read
 “ADALAH MENJADI TUGAS KITA SEBAGAI MANUSIA UNTUK MELANJUTKAN SEOLAH-OLAH KITA TIDAK MEMILIKI BATAS KEMAMPUAN.” ~ TEILHARD DE CHARDIN

 
Belum lama ini, saya dan Jamie Andrew bertugas sebagai fasilitator di sebuah kelas IMD.  

Jamie Andrew

Pada Januari 1999, Jamie Andrew hanyalah seorang remaja yang suka mendaki gunung bersama sahabatnya. Ketika dia dan temannya tiba di puncak Les Droites di kubah Mont Blanc, mereka dihantam badai dan terjebak di celah dengan angin berkecepatan 90 mil per jam dan suhu -30 ° C selama lima malam. Pada malam kelima, temannya meninggal karena hipotermia. Merupakan keajaiban bahwa Jamie selamat dari kejadian tersebut. Tapi Jamie kehilangan kedua tangan dan kakinya.

Awalnya Jamie menjadi sangat putus asa. Dia menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam pemulihan, perlahan-lahan dia akhirnya belajar berjalan lagi (dengan kaki palsu). Tapi yang menarik, jauh di lubuk hatinya, dia yakin dia akan mendaki gunung lagi.

Tak lama setelah dia belajar berjalan lagi, dia menantang dirinya sendiri untuk mendaki bukit tertinggi di Skotlandia, Blackford Hill. Kemudian Jamie menantang dirinya lagi, dari bukit ke gunung hingga berhasil menaklukan Gunung Kilimanjaro, puncak tertinggi di Afrika bersama tiga pendaki cacat lainnya.

Jamie tanpa henti menantang dirinya sendiri untuk mengatasi rintangan demi rintangan, ikut serta dalam ski, snowboarding, selancar angin, eksplorasi gua, dan bahkan dalam Iron Man Triathlon. Semuanya tanpa tangan dan kaki. Bagaimana dia melakukannya?Jawaban Jamie sederhana: 

“…TERUS MENETAPKAN TUJUAN-TUJUAN YANG MUSTAHIL, PECAHKAN DALAM  SASARAN-SASARAN KECIL YANG MUNGKIN, LANJUTKAN DENGAN BERUSAHA MENCAPAINYA SATU DEMI SATU. KEMUDIAN, JANGAN HIRAUKAN KATA ORANG, TERUSKAN UNTUK MENGEJAR IMPIAN ANDA.”


Dalam kasusnya sendiri, meskipun banyak orang mencoba meyakinkan Jamie untuk melupakan mimpinya, tapi dia yakin dia bisa melakukannya. Akhirnya dia berhasil menaklukan pegunungan yang tertutup es. Jamie percaya bahwa masalah bukanlah penentu suatu situasi, tetapi yang menetukan adalah sikap seseorang. 

Halangan dapat diatasi; tidak ada yang mustahil 

Para pemimpin yang hebat memahami bahawa rintangan-rintangan adalah bagian kehidupan yang harus dilalui. Karena itu kasus Jamie bukanlah kasus khusus yang tersediri.

Nelson Mandela telah menghadapi tantangan besar, termasuk hukuman penjara selama lebih dari 27 tahun atas mimpinya untuk menghapus kebijakan apartheid.

Jack Welch melalui tahun-tahun awal yang penuh gejolak ketika dia mengambil alih sebagai CEO General Electric karena dia bermimpi menjadikan GE "salah satu perusahaan paling produktif di dunia".

Mother Teresa, Gandhi, Steve Jobs dan Richard Branson - mereka semua melewati rintangan di sepanjang perjalanan mereka untuk mencapai impian mereka.

Namun mereka mengatasi semuanya. Saat mempelajari kehidupan mereka, kita menemukan empat kunci bagaimana mereka mengatasi rintangan-rintangan:

  • Singkirkan pemikiran ‘tertawan’ dan ‘korban’ anda
  • Ubah perspektif ‘rintangan’ menjadi ‘peluang’
  • Pecahkan rintangan kepada bagian-bagian yang lebih kecil
  • Belajar dari rintangan tetapi tetap fokus pada tujuan besar.


Singkirkan pemikiran ‘tertawan’ dan ‘korban’ anda

Ketika kita diberitahu bahwa rencana kita adalah sesuatu yang mustahil, umum reaksi kita adalah menyetujuinya. Terkadang kita sendiri menjadi penghalang terbesar, dengan membiarkan rasa takut dan keraguan menghalangi kita.
Kita menjadi 'tawanan' atas rintangan yang kita hadapi. Pola berpikir ini melumpuhkan kita sebab kita percaya bahwa rintangan yang kita hadapi lebih besar dan lebih menakutkan daripada yang sebenarnya. Pemimpin hebat tahu bagaimana melepaskan diri dengan cepat dari menjadi 'korban' pada situasi ini.

Tentu kita tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi pada kita, tapi kita bisa mengendalikan bagaimana kita bereaksi atasnya. Rintangan hanya akan menjadi rintangan jika kita mempercayainya seperti itu. Tak jarang kita tidak menyadari bahwa kita sedang menghadapi rintangan, dan kita mengatasi rintanga tersebut tanpa berpikir dua kali. Tapi, ketika ada seseorang menyoroti itu sebagai rintangan kepada kita, kita tiba-tiba menjadi lumpuh.

George Dantzig adalah seorang mahasiswa matematika yang memiliki kebiasaan selalu datang telat ke kelas. Suatu hari, saat dia terlambat masuk kelas, profesornya, Jerzy Neyman, menulis dua jenis contoh masalah statistik di papan tulis. George mengira kedua soal itu hanyalah pekerjaan rumah biasa dan ketika mulai mengerjakannya, George, sempat berguman bahwa soalan ini "cukup sulit dari biasanya". Meski pada awalnya dia kesulitan, namun berhasil menyelesaikan masalah dan menyerahkan jawabannya.

Profesor Neyman terkejut ketika dia menerima 'pekerjaan rumah' George karena sebenarnya si profesor tidak memberikan pekerjaan rumah apa pun. Dia memeriksa jawabannya dan tidak percaya 'muridnya' telah memecahkan masalah matematika terkenal yang tidak dapat diselesaikan dunia.  Ternyata, soal matematika yang ditulis di papan tulis bukan PR tapi hanya penjelasan si professor bahwa inilah dua soalan matematika tersulit yang belum pernah terpecahkan. George kemudian mengakui, "Jika saya tahu soal itu bukanlah pekerjaan rumah tetapi contoh dari masalah terkenal yang tidak dapat diselesaikan dalam bidang matematika, saya tidak akan berpikir positif dengan berfikir bahwa ini soal mudah yang pasti bisa diselesaikan sebagai PR biasa, dan saya pasti akan kecewa dan tidak akan menyelesaikannya."

Keadaan pikiran kita perlu ditangani terlebih dahulu jika kita ingin mengatasi masalah dan rintangan. Jika kita yakin rintangan tersebut terlalu besar untuk diatasi, maka rintangan itu akan terus berkembang.
Ubah perspektif ‘rintangan’ menjadi ‘peluang’

Jika Anda mengamati aliran sungai, Anda akan menemukan batu-batu besar yang menghalangi jalannya. Tetapi alih-alih menghilangkan rintangan, air mengalir di sekitar batu dan menemukan jalan baru. Hal yang sama berlaku untuk semua rintangan kita. Kita tidak perlu menghilangkannya.

Michael Jordan, pemain bola basket legendaris yang menghadapi banyak rintangan pribadi, berkata, “Jika Anda dihadapkan pada tembok, jangan berbalik dan menyerah. Temukan cara untuk memanjat dan menyeberanginya. " Jadikan rintangan sebagai kesempatan.

Ketua Tata Group, Ratan Tata sedang mengemudi ketika dia melihat sebuah keluarga miskin dengan lima orang berkumpul di atas skuter. Hatinya dipenuhi dengan simpati sampai dia mengumumkan bahwa Tata akan meluncurkan mobil yang hanya seharga satu lakh (US $ 2000), atau seharga 20 juta rupiah.

Dunia menertawakannya. Tapi itu tidak menghentikan Ratan. Dia mulai dengan tim yang terdiri dari lima insinyur dan menantang mereka untuk "mempertanyakan apa yang tidak dapat dipertanyakan." Dia memberi mereka hanya satu mandat - memastikan biayanya di bawah US $ 2000. Rintangan demi rintangan muncul tetapi Ratan terus berusaha, bahkan bekerja secara pribadi dengan tim. Empat tahun kemudian, Ratan Tata menepati janjinya dengan menghadirkan Nano, mobil rakyat.

Ada pepatah yang mengatakan, "Jika anda hidup cukup lama dengan suatu masalah, pada akhirnya akan masalah itu berubah menjadi berkah." Di balik semua rintangan hidup, selalu ada lapisan perak. Setiap penemuan yang dinikmati hari ini berasal dari sejumlah rintangan. Rintangan menginspirasi keinginan untuk memecahkannya. Rintangan adalah kesempatan ajaib untuk suatu inovasi dan perubahan.

Pecahkan rintangan kepada bagian-bagian yang lebih kecil

Jamie Andrew memulakan perjalanannya untuk mencapai sesuatu yang mustahil dengan memecahkan dimensi-dimensi sebenar halangannya, membahagikan mereka kepada cabaran-cabaran kecil yang boleh diatasi satu persatu. Dengan memisahkan objektif keseluruhan kepada fungsi-fungsi kecil, cabaran tersebut kelihatan lebih mudah. Ini mampu membanteras sikap berlengah-lengah dan keputusasaan.

Ketika masalah dapat ditangani satu persatu, adalah penting untuk memastikan kecekalan diri berterusan. Kita semua inginkan peluru perak serta merta yang akan menyelesaikan masalah kita. Ini membuatkan tindakan memecahkan isu-isu tersebut menjadi sangat mengecewakan dan perlahan. Oleh itu kecekalan adalah penting.

Walt Disney bermimpi untuk membina Disney World dan mula merancang impiannya selangkah demi selangkah. Namun isu terbesar yang dihadapinya adalah kewangan. Permohonannya untuk mendapatkan dana ditolak lebih daripada 300 kali, tetapi dia tetap cekal dan akhirnya dia berjaya. Demikian juga dengan Colonel Sanders yang turut berhadapan dengan isu serupa sewaktu dia cuba mendirikan KFC. Dia ditolak lebih daripada 1000 kali tetapi ketabahan dan rancangan langkah demi langkahnya telah memastikan impiannya menjadi satu kenyataan.

Halangan adalah seperti gunung – ia tidak akan berganjak sendiri. Anda harus bertindak untuk mengatasinya, bukan sekadar duduk di kaki gunung dan berharap ia akan hilang begitu sahaja.

Memecahkan masalah adalah pendekatan yang berorientasikan tindakan untuk menangani masalah tersebut dan bukannya berlegar tanpa tentu di dalam ketakutan dan kebimbangan. Tindakan akan mengalahkan segala-galanya.
 
Belajar dari rintangan tetapi tetap fokus pada tujuan besar. 
 

“JIKA KITA MELAKUKAN SEMUA HAL YANG DAPAT KITA LAKUKAN, KITA PASTI MEMUKAU DIRI SENDIRI.” ~ THOMAS EDISON.


Setelah berjuang untuk membuat bola lampu selama bertahun-tahun, Edison diwawancarai oleh seorang reporter yang bertanya apakah dia merasa gagal dan apakah dia akan menyerah sekarang. Edison agak bingung tapi menjawab, “Mengapa saya merasa seperti saya telah gagal? Mengapa saya harus menyerah? Sekarang saya telah mempelajari lebih dari 9000 alasan mengapa bola lampu tidak berfungsi. Sukses hampir dalam genggaman saya. " Dan tak lama kemudian setelah usahanya yang ke-10.000, Edisonpun berhasil menemukan bola lampu.

Para pemimpin yang hebat sangat memahami bagaimana belajar dari rintangan yang menimpa mereka. Sama seperti Edison, mereka juga punya tujuan akhir yang jelas. Kami akan selalu belajar. Kami belajar keberanian untuk menghadapi bahaya. Kami belajar kesabaran untuk melalui kesulitan. Kami belajar menghargai teman sejati saat kami tertinggal. Tanpa adanya rintangan, kami akan terhambat, dan tanpa pertumbuhan yang nyata.

Pembelajaranlah yang membedakan para pemimpin. Rintangan memberikan situasi bagi kita untuk belajar. Nietzsche pernah berkata bahwa "Apa yang tidak membunuh kita, hanya akan membuat kita lebih kuat."

Kunci penting lainnya adalah menetapkan pikiran kita pada tujuan akhir. Bayangkan seperti apa kesuksesan itu nanti. Semakin kita membayangkannya, semakin besar kemungkinan kita untuk mencapainya. Norman Peale berkata, “formulasikan dan ukir dalam pikiran Anda gambaran mental tentang diri Anda yang sukses. Pegang gambar ini dengan erat. Jangan biarkan itu memudar.”

Kata-kata akhir

Ada pepatah yang mengatakan, "semakin sulit sebuah rintangan, semakin mulia kemenangannya".
Pemimpin yang hebat tidak menjadi hebat karena pencapaiannya, tetapi karena keberanian yang ditunjukkan dalam perjuangan melawan rintangan yang luar biasa. Ada banyak orang yang melawan apartheid di Afrika Selatan, tetapi Nelson Mandela menonjol karena rintangan-rintangan yang dia atasi.

Jangan berdoa untuk hidup yang mudah; Doakan saja agar anda menjadi manusia yang kuat, manusia yang mampu mengatasi rintangan dan benar-benar menggapai potensi penuh dari diri Anda.

Seperti yang dikatakan oleh Mohamad Ali:

"JUARA TIDAK DIBUAT DI GYM. JUARA DIBUAT DARI SESUATU YANG DIMILIKI JAUH DI DALAM DIRI MEREKA - KEINGINAN, IMPIAN, VISI. MEREKA HARUS MEMILIKI STAMINA DI MENIT-MENIT TERAKHIR, MEREKA HARUS SEDIKIT LEBIH CEPAT, MEREKA HARUS MEMILIKI KETERAMPILAN DAN KEMAUAN. TAPI KEMAUAN HARUS LEBIH KUAT DARI KETERAMPILAN. " 


Dan kemauanlah yang mengatasi rintangan, bukan keterampilan. Mustahil bukanlah apa-apa bagi mereka yang percaya.

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2023 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.