Menjadi Pemimpin Bijak : Mendengar dengan Baik

Aug 26, 2021 2 Min Read
Mendengar
Sumber:Sumber: Pexels.com
Mendengar dengan baik untuk memperoleh ide - ide cemerlang
"Anda harus mendengar dengan mata dan telinga. Mendengar itu alami tetapi mendengarkan memerlukan usaha yang keras."
- Kyle Minor



Seorang pria bernama Kevin khawatir tentang pendengaran istrinya dan berencana untuk mendapatkan alat bantu dengar untuknya. Dia juga menemui dokter untuk meminta nasihat. Dokter menasihatinya, “ketika istri Anda berada di dapur, berdirilah beberapa meter di belakangnya dan ajukan pertanyaan padanya. Jika dia tidak menjawab, teruslah mendekat sampai dia mendengar suaramu."

Sore itu, ketika istrinya di dapur menyiapkan makan malam, dia bertanya, "Sayang, apa yang kamu masak malam ini?" Istrinya tidak menjawab.

Kemudian dia berdiri lebih dekat dan mengulangi, "Sayang, apa yang kamu masak malam ini?" Masih belum ada jawaban.

Kemudian dia berdiri di pintu dapur dan bertanya lagi, "Sayang, apa yang kamu masak malam ini?" Dia masih belum mendengar jawaban apapun. Kali ini dia langsung pergi ke dapur dan bertanya, "Apa yang kamu masak malam ini?"

Masih tidak mendapatkan jawaban, dia menjadi marah dan berdiri di belakang istrinya, berkata, "Sayang, apa yang kamu masak malam ini?" Istrinya menoleh padanya dan dengan senyum terukir di wajahnya, dia berkata langsung ke telinga suaminya: "Kevin, untuk kelima kalinya, nasi goreng!"

Mendengar - faktor komunikasi yang penting

Banyak pemimpin bisnis seperti Kevin. Mereka sering berpikir bahwa pekerja mereka memiliki masalah pendengaran, akibatnya mereka tidak terus-menerus mengulangi pesan mereka. Tetapi masalah sebenarnya mungkin bukan pada karyawan tetapi pada diri mereka sendiri!

Jika Anda ditanya "Siapa yang mengajari Anda berbicara, membaca, dan menulis?", Anda mungkin dapat menyebutkan orang-orang yang telah membantu Anda mengembangkan keterampilan komunikasi tersebut, tetapi bagaimana jika pertanyaannya adalah: "Siapa yang mengajari Anda mendengarkan?"

Kebanyakan orang akan menjawab "tidak". Jawaban ini sangat ironis karena mendengarkan adalah bagian dari keterampilan komunikasi (40% mendengarkan, 35% berbicara, 16% membaca, 9% menulis). Tetapi pelatihan yang kami dengar ternyata sangat sedikit; pantas kita kurang pintar dalam hal mendengarkan.

Dalam buku terbarunya, What Got You Here Won't Get You There, Marshal Goldsmith mengatakan bahwa "80% kesuksesan kita dalam belajar dari orang lain bergantung pada kemampuan kita untuk mendengar."

Mendengarkan adalah kunci untuk membangun hubungan, membuat keputusan, dan memecahkan masalah. Para pemimpin menghabiskan separuh waktu mereka untuk berkomunikasi dengan mendengarkan, tetapi seringkali terbukti dalam banyak penelitian bahwa kelemahan untuk mendengarkan adalah masalah yang paling umum di antara para pemimpin.

Baca juga artikel berjudul "Luangkan Waktu dan Libatkan Karyawan Anda"

Mengapa kita tidak menjadi pendengar yang baik?

Jadi, mengapa kita selalu tidak memberi perhatian untuk mendengarkan? Pertama-tama, kami menerima karena kami pikir pendengaran kami jelas, kami mendengarkan dengan baik. Kita gagal memahami bahwa pendengaran adalah fungsi mekanis untuk menerima suara, sedangkan pendengaran adalah fungsi menafsirkan makna suara yang didengar.

Kedua, sering menganggap bahwa tindakan mendengar adalah aktivitas pasif. Masyarakat saat ini memandang rendah sifat pasif sebagai kelemahan dan beranggapan bahwa karena dunia saat ini bergerak cepat, maka yang dibutuhkan tindakan yang penuh aksi.

Kita gagal memahami bahwa proses mendengarkan secara efektif membutuhkan keterampilan, disiplin, dan kerja keras. Ketertarikan kita pada tindakan membuat kita mengabaikan pentingnya mendengarkan.


Mendengar adalah kemahiran mereka yang hebat

Goldsmith percaya bahwa mendengar adalah keterampilan yang membedakan orang-orang hebat dari orang lain. Dia memberi gambaran ketika kami berkencan, ekspresi kata-katanya sangat penting. Hal yang sama berlaku ketika kita berbicara dengan bos atau pelanggan. Bedanya, kata Goldsmith, seorang pemimpin yang baik akan selalu intensif dan penuh kualitas dalam mendengarkan sepanjang masa.
Tak lama setelah Howard Schultz pensiun sebagai kepala eksekutif, kinerja bisnis Starbucks memburuk. Schultz kembali untuk memperbaiki situasi tetapi dia menemukan situasi telah berubah dan dia sekarang harus belajar untuk mendengarkan.
Schultz terus memberi perhatian untuk mendengarkan meskipun instingnya merasakan sebaliknya. Starbucks mulai pulih dan Schultz mendesak semua orang untuk lebih banyak mendengarkan karena, "Anda tidak selalu benar setiap saat."
Masalahnya adalah tidak ada dari kita yang mendengar dengan baik

Meskipun cukup banyak waktu yang dihabiskan untuk mendengar, rata-rata orang memahami dan menetapkan hanya setengah dari percakapan mereka (Atwater 1992). Dalam 48 jam kedepan, kita akan melupakan separuh lainnya dari semua percakapan itu, hanya bertahan 25% dari apa yang pertama kali kita dengar dua hari sebelumnya.

Mendengar sebagai langkah memajukan bisnis

Mendengar sangat penting dalam negosiasi bisnis. Mantan konsultan sandera George Kohlrieser percaya mendengar dapat menyelesaikan konflik. Terkadang seseorang hanya perlu didengar dan diakui sebelum dia mau bertoleransi.

Lebih jauh lagi, jika kita terlebih dahulu secara akurat memahami pandangan orang lain, negosiasi kita akan lebih berpengaruh seperti yang dikatakan Stephen Covey,

"Pahami dulu, baru mengerti".


Dalam bisnis, belajar mendengarkan dengan baik akan menghasilkan keputusan yang berbeda. Jika Anda mendengar dengan seksama, Anda akan mendengar apa yang sebenarnya dikatakan pelanggan dan apa yang sebenarnya ingin mereka capai. Para pemimpin tidak memiliki semua jawaban tetapi mereka bisa mendapatkannya dengan mendengarkan (dan Google!)

Pemimpin kuat adalah mereka yang mendengar. Mereka mampu menjadi pendengar yang baik terhadap seluru orang yang ada di dalam organisasi tersebut. Mendengar membantu pemimpin-pemimpin untuk:

  • mengidentifikasi masalah, menangkap penyebab kesalahpahaman dan konflik.
  • memotivasi pekerja dan mendapatkan kepatuhan dari mereka. Mendengarkan dengan cermat menghasilkan rasa hormat, ikatan yang baik, dan kepercayaan. Tenaga kerja akan merespon lebih baik kepada supervisor yang mereka percayai untuk mendengarkan mereka.
  • mencari solusi inovatif. Jika Anda tidak mendengarkan tenaga kerja, itu akan melumpuhkan atmosfer inovasi.
  • mengumpulkan dan mengevaluasi ide, menghasilkan solusi dan keputusan.
  • mendengar pandangan nyata dari karyawan tentang pekerjaan mereka, motif, nilai, dan aspirasi mereka.


Pemimpin harus rendah hati (mengakui bahwa mereka tahu akan semua hal) dan memberikan rasa kepastian (pintar belajar). Dengan menjadi pendengar kita bisa memperoleh hasil terbaik dari semua orang. Ini akan mendorong organisasi menuju kesuksesan.

Misalnya, pada tahun 2007, Bill Gates dan Steve Jobs diwawancarai tentang masa depan dunia komputer. Gates meramalkan munculnya tablet dan menggambarkan iPad yang tersedia saat ini. Sementara itu, Jobs hanya mendengarkan dengan penuh minat. Dua tahun kemudian, Jobs memproduksi iPad persis seperti yang dijelaskan Gates. Jobs mendengar dan menang.

Pada hari ini, perhatian kami cepat teralih - iPhone, iPad, Twitter, Facebook, Google+, 500 email sehari - jadi kami tidak punya waktu dan fokus untuk mendengarkan.

Alt

Sumber : Pexels.com

Jadilah pendengar yang lebih baik

Apakah yang kita boleh lakukan untuk mendengar dengan lebih baik? Pertama-tama, kita perlu membedakan antara hanya mendengar kata-kata dengan benar-benar mendengar pesan yang disampaikan.
Ketika kita mendengar dengan efektif, kita memahami perasaan dan fikiran dari sudut pandangan mereka yang berbicara. Kita meletakkan diri di tempat mereka dan melihat melalui mata mereka.

Berikut adalah beberapa tips untuk membantu kita menjadi pendengar yang baik:

  • Tahan keinginan untuk menyela ketika orang lain sedang berbicara.
  • Latih diri Anda untuk berpikir "ini adalah sesuatu yang sangat menarik!" ketika kita mendengar.
  • Gunakan ekspresi wajah, anggukan, dan postur tubuh untuk menunjukkan bahwa kita sedang memikirkan apa yang kita dengar. Kontak mata dan bahasa tubuh 'membaca'. Hindari gangguan apa pun. Hadapi pembicara dan anggukkan kepala Anda bila perlu.
  • Tunggu sampai mereka selesai berbicara, lalu tinjau kembali secara singkat, "Saya rasa ini yang Anda katakan." Kemudian tanyakan "apakah saya benar?"
  • Kendalikan keinginan untuk menjawab dengan cepat. Seringkali orang mengajukan pertanyaan hanya untuk mengungkapkan perasaan dan bukan untuk mendapatkan jawaban.
  • Mengajukan pertanyaan. Sama seperti kontak mata yang membuat mereka merasa penting, pertanyaan dapat membuat mereka merasa jika pendapat mereka dipertimbangkan. Ajukan pertanyaan yang akan meningkatkan percakapan dan memberikan ruang untuk mendengarkan. Ingat, pertanyaan menggerakkan pikiran, dan pikiran menggerakkan tindakan. Seperti yang dikatakan Voltaire, "Nilai seseorang didasarkan pada pertanyaannya, bukan jawabannya."
  • Jangan sekadar memberi respons; memperhatikan perasaan dan niat di baliknya.


Ram Charan

Beberapa tahun yang lalu, saya mewawancarai Ram Charan di The Leaderonomics Show. Sebelum wawancara, Charan dan saya menghabiskan waktu bersama.

Beliau sangat tertarik dengan program 'Percepatan Bakat' yang ditawarkan oleh Leaderonomics. Dia mengajukan pertanyaan demi pertanyaan. Selama beberapa menit berikutnya, dia terus menatapku, terlihat jika dia sangat tertarik dengan apa yang aku katakan. Aku tidak dapat menghindari tatapannya. Saya merasa seolah-olah saya adalah orang yang paling penting. Sudah sepatutnya sebagian besar pemimpin eksekutif sangat menghormatinya sebagai penasihat bisnis paling terkemuka. Dia lebih banyak mendengar daripada berbicara.

IDEO

IDEO, salah satu organisasi paling inovatif di dunia, menggunakan aktivitas mendengar sebagai inspirasi untuk memecahkan masalah. Para pemimpin di organisasi IDEO mencari suara kreatif di antara teman satu kelompok mereka. Mereka didorong untuk mendengar satu sama lain, menghasilkan aliran kreatif yang tidak terputus dan kemampuan untuk memecahkan beberapa tantangan desain yang sulit.

Kesimpulan

Selama beberapa tahun terakhir, saya telah mewawancarai ratusan pemimpin. Salah satu ciri kepemimpinan yang sering muncul adalah bahwa pemimpin yang hebat adalah pendengar yang baik.

Pemimpin selalu meminta umpan balik, mendengar pendapat, dan menindaklanjuti temuan tersebut. Ingat, pekerja Gen X dan Gen Y saat ini ingin didengar dan bukan hanya diarahkan.

Dalam trilogi film Star Wars, kita melihat runtuhnya peradaban dunia. Padmé Amidala, diperankan oleh Natalie Portman, menjelaskan alasan jatuhnya Republik. Dia berkata, "Ini ... melambangkan kegagalan untuk mendengar."
Analisisnya sangat akurat. Sementara Palpatine dapat disalahkan atas jatuhnya Republik, semua langkahnya untuk menjadi kaisar dihasilkan dari eksploitasi terhadap kecenderungan manusia untuk tidak mendengar satu sama lain. Jika sejumlah orang menyadari bahaya kecenderungan ini, kehancuran Republik pasti bisa dihindari. Kegagalan untuk mendengar mampu menggulingkan sebuah kerajaan.

Ada pepatah lama yang berbunyi sebagai berikut:

"Kita diberi sepasang telinga tapi hanya satu mulut sehingga kita banyak mendengar dan sedikit berbicara."


Oleh karena itu, luangkan waktu dua kali lebih banyak untuk belajar mendengar daripada belajar berbicara. Hadiah terbesar yang dapat kita berikan kepada seseorang adalah mendengarkan dengan penuh minat. Dalam petualangan hidup, kita akan memiliki banyak kesempatan untuk diam. Ambil setiap kesempatan dan dengarkan sebaik mungkin.

Tonton juga video berjudul "Menjadi Pendengar yang Baik" dibawah ini:


Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Alt

Roshan is the Founder and “Kuli” of the Leaderonomics Group of companies. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe," in their own special ways. He is featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com

Mungkin Anda Juga Menyukai

berpikir

Evaluasi Diri Sebagai Pemimpin dengan 5 Pertanyaan Berikut!

Sudah seharusnya semua pemimpin melakukan evaluasi diri. Diperlukan refleksi diri secara berkala oleh seorang pemimpin dalam upayanya mencapai visi, memberdayakan karyawan, dan memastikan tujuan dalam jangka panjang dapat tercapai. Pastikan Anda mengetahui jawaban dari 5 pertanyaan berikut ini sebagai seorang pemimpin atau pribadi yang ingin berkembang lebih baik lagi!

Nov 26, 2021 4 Min Read

Adon Saptowo

Tidak Ada Yang Tak Mungkin: Adon Saptowo, Base Jam

Adon Saptowo dari Base Jam memberi inpsirasi kepada kami semua

Aug 24, 2021 1 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest