Evaluasi Diri Sebagai Pemimpin dengan 5 Pertanyaan Berikut!

Oleh Roshan Thiran|26-11-2021 | 4 Min Read
Source: Vanessa Gracia dari pexels.com

Dalam kehidupan ini, hanya ada sedikit hak istimewa yang dimiliki oleh seorang pemimpin.  Kekuasaan melahirkan tanggung jawab yang besar dan tanggung jawab membutuhkan refleksi rutin tentang siapa kita sebagai pemimpin dan juga bagaimana kita bisa berkembang.

Saya dapat mengatakan bahwa tidak ada satu hari pun berlalu tanpa saya meluangkan waktu untuk berhenti dan bersyukur atas amanah yang diberikan kepada saya sebagai pemimpin. Tentu ada tantangan dan hambatan, yaitu hari yang sulit di antara hari-hari baik lainnya, dan memang benar bahwa tidak setiap keputusan yang diambil akan segera membawa hasil terbaik. Tetapi tidak ada kehormatan besar selain berada di garis depan tim yang bekerja menuju visi yang bermakna dan berdampak di masa depan.

Saya menghabiskan banyak waktu merefleksi diri untuk berterimakasih kepada orang-orang yang ada di sekitar saya; rekan-rekan kerja yang sudah bekerja keras menggapai tujuan organisasi setiap harinya.

Komitmen dan dedikasi mereka yang tak kenal lelah menjadi pengingat bahwa betapa pun sulitnya rintangan yang kita hadapi, kita harus menghadapi dan mengatasinya.  Tidak peduli seberapa besar masalah itu, karena kita memiliki orang-orang yang tepat di sisi kita.

Maka muncullah kesadaran yang memungkinkan saya untuk melihat dengan jelas kelebihan saya sebagai pemimpin dan di mana bagian yang masih perlu saya tingkatkan. 

Pada dasarnya, terdapat beberapa pertanyaan yang perlu kita ajukan selama melakukan refleksi diri. Terlepas dari apakah Anda berada di posisi kepemimpinan atau tidak, pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu Anda meningkatkan kelebihan Anda dan juga dapat membantu Anda menjadi pribadi yang lebih baik lagi:

1. Apakah “MENGAPA” dari apa yang saya lakukan masih sama seperti ketika saya memulai?

Sementara prioritas, rencana dan cara melakukan sesuatu dapat berubah dari waktu ke waktu, alasan mendasar mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan harus menjadi kunci utama di mana segala sesuatu dibangun.  

Jika Anda menyadari bahwa “MENGAPA” Anda telah bergeser, mungkin hal tersebut merupakan pertanda bahwa Anda telah menyimpang dari nilai atau misi Anda ke tingkat tertentu.  Jika itu masalahnya, langka selanjutnya adalah bertanya pada diri sendiri apa yang bisa dilakukan dalam jangka pendek dan panjang untuk mengetahui bagaimana Anda bisa menyelaraskannya kembali.

2. Bagaimana saya berkembang sebagai seorang pemimpin?

Pemimpin manapun yang merasa bahwa mereka sudah paling handal bisa saja membahayakan diri mereka sendiri. Bagaikan jebakan, mereka yang merasa telah menguasai semuanya ternyata kurang maksimal menghadapi lika-liku yang tidak terduga. Maka dari itu, teruslah belajar agar bisa beradaptasi menghadapi berbagai ujian dan perkara yang tidak terduga di masa depan.

3. Apakah saya mudah didekati?

Banyak pemimpin menerapkan kepemimpinan terbuka, yang mana siapapun dapat datang dan berbicara kepada mereka kapan saja. Meskipun hal tersebut merupakan titik awal yang bagus, pastikan bahwa keterbukaan Anda melampaui akses secara fisik. Tanyakan diri Anda berbagai pertanyaan berikut:

  • Sudahkah saya menjadi pendengar yang baik? 
  • Apakah saya telah cukup memberikan dukungan?
  • Sudahkah saya berupaya menunjukkan apresiasi saya yang tulus atas kontribusi mereka?
  • Sudahkah saya menerima masukan dan mengevaluasi diri dengan baik?


4. Sudahkah saya menerima feedback yang cukup?

Salah satu tindakan yang perlu dilakukan seorang pemimpin adalah menerima feedback yang jujur dan konstruktif sebanyak-banyaknya. Tidak mesti pada forum formal saja, namun Anda dapat meminta masukan dari rekan kerja Anda sembari santai minum kopi selepas kerja. 

Para pemimpin hendaknya aktif mencari saran tentang bagaimana mereka bisa berkembang lebih baik lagi. Selain untuk mengevaluasi diri, Anda juga dapat memastikan hubungan yang baik dengan karyawan atau rekan kerja melalui komunikasi antarpribadi.

5. Jika saya adalah salah seorang dari karyawan saya, bagaimana saya menilai diri saya sendiri dan mengapa?

Menilai diri sendiri bisa menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan, mengingat berbagai prasangka yang kita miliki sebagai mekanisme mempertahankan diri melawan kritik.  

Untuk bisa mendapatkan pandangan yang akurat tentang diri sendiri, Anda bisa menempatkan diri pada posisi karyawan atau rekan kerja Anda kemudian menilai diri Anda sejujur mungkin. Melalui pendekatan ini, Anda dapat bertanya pada diri sendiri jika ada hal yang perlu dikembangkan lagi dengan semua orang yang bekerja dengan Anda.

Tertarik membaca lebih lanjut tentang topik di atas? Pastikan Anda mengunduh NECOLE, aplikasi pembelajaran canggih yang menyajikan konten edukatif yang dipersonalisasi hanya untuk Anda! 


**Gunakan kode LEARNWITHUS dan dapatkan promo langganan sebesar 5%. Penawaran hanya berlaku hingga 31 Desember 2021**

Tunggu apa lagi, unduh sekarang!


Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.